mairat


Hai,
Emm, apa kabar ?
Aku harap semuanya masih sama, kamu masih tetap baik-baik saja dan aku disini tetap berusaha menjadi baik-baik saja. Baiklah, sudah cukup basa-basi seperti sebelumnya. Aku rasa semuanya sudah cukup jelas perihal kita yang tak kunjung menemukan akhir.

Berada di persimpangan yang semua jalan tidak ada pembeda adalah hal yang cukup sulit untuk memutuskan, disinilah hati sebagai penentu dan doa sebagai pemersatu entah keduanya bekerja seirama, atau malah seperti kita yang tak senada.

Lagi-lagi kita menjadi sebuah pertimbangan, ya memang betul kita. Tapi tenang saja, sekarang aku paham dengan konsep datang dan pergi, hidup dan mati, senang dan sedih. Aku sadar bahwa apapun yang kita mau tidak akan pernah terwujud sesuai dengan kemauan itu, dulu aku lupa bahwa yang paling dominan hanyalah sebuah ekspetasi yang mana jika tidak terwujud hal itu akan membuat depresi.

Tarik nafasmu, pejamkan matamu, tenangkan pikiranmu dan baca ini dalam hatimu.

Teruntuk kamu, terimakasih sudah membuat keputusan yang melibatkan banyak perasaan, tidak apa meskipun sedikit menyakitkan, ini bukan salahmu.

Teruntuk kamu, terimakasih sudah menjadi penyemangat dikala rapuh, tidak apa meskipun bukan aku yang kamu mau.

Teruntuk kamu, terimakasih sudah menjadi sosok yang sangat lembut, tidak apa pula meskipun bukan aku yang nantinya kamu sambut.

Teruntuk kamu, sekarang kamu bisa memulai berdamai dengan masa lalu, perlahan ikhlaskan semua penyesalan dan bangunlah sebuah kepercayaan.

Tersenyumlah, karena masih banyak jalan dan rintangan yang lebih menyakitkan, semoga yang pernah terjadi sebelumnya bisa menjadi awalan dan akhiran tanpa ada perasaan yang terkorbankan.

Terimakasih kembali aku sampaikan, kamu layak menemukan kebahagiaan.

Comments

Popular Posts