Berjuanglah, meskipun terlambat
menyadari bahwa semuanya telah pergi.
Ku jelaskan padamu salah satu
waktu yang paling aku suka adalah senja, bercerita tidak penting adalah caraku
mengungkapkan bahwa aku bahagia, dan menemanimu hingga larut adalah caraku
mengagumimu dalam diam.
Berlebihan rasanya jika aku
menyebutnya bertahun-tahun padahal baru kemarin aku mengenalmu. pernah
kukatakan di awal perjumpaan bahwa aku akan mencintaimu tapi tidak bisa
memilikimu, tanpa basa-basi kamu pergi karena risih, aku hargai.
Banyak orang berkata bahwa apa
yang kita benci perlahan kita cintai, bagimu aku seperti itu, tetapi bagiku
kamu hanya masa lalu. Masa lalu yang tak sempat aku miliki, malah memberi luka
hati yang perih.
Aku mencintaimu sejak aku
mengenalmu kala itu, perempuan mana yang berani menyatakannya terlebih dahulu?
Itu aku. Berkali-kali kuyakinkan diriku sendiri bahwa mencintai bukan berarti
memiliki, dan kamu meyakinkanku bahwa kamu tidak ingin dimiliki, aku maklumi,
karena ku rasa kita akan baik-baik saja jika begini adanya. Kita anggap ini
sebuah pertemanan, dimana kamu menganggapku seperti itu dan aku tetap
menganggapmu lebih dengan perasaan yang sama ketika awal kita bertemu, hanya
aku yang menyukaimu, tak apa.
Tetap saja aku merindukanmu dalam
doa, setiap kepulanganmu aku berharap kita dapat berjumpa, tetapi itu hanya
anganku saja, hanya khayalanku saja ku rasa. Sampai pada saatnya dimana ku
siapkan segalanya untuk pertemuan kita tiba-tiba kabar itu sampai ditelingaku
bahwa bukan aku perempuannya, bukan aku yang dihatinya, dan bukan aku yang
dirindukannya, bukan. Diam ku sejenak, mengatur nafas dan memastikan aku
baik-baik saja, dan tidak bisa dipungkiri saat itu juga sakit rasanya, bergegas
ku ambil telefon kemudian ku hapus semua tentangnya, berharap aku dapat
menerima dengan lapang dada, memeluk sahabatku kemudian menangis dan berkata
bahwa harapanku telah sirna.
Lama untuk mengobati sakit hati
yang ku buat sendiri dan menata hidupku kembali. teman itu sudah pergi, bahagia
dengan pilihannya, dan tanpa kamu sadari aku mencoba untuk lebih berhati-hati,
karena aku tau rasanya mengagumi tanpa dicintai. Tidak usah resah, ini hanyalah
kompilasi hati semata. Berhak untuk mengungkapkan dari yang pernah terlupakan.
Comments
Post a Comment