à la prochaine
Mmm,
hai
Bagaimana?
Sudahkah kau berdamai dengan hati?
Kalau
ku tanya kabar, rasanya sudah tak asing untuk kau jawab baik baik saja, dan aku
tidak akan percaya.
Ku ingin bertanya perihal waktu yg pernah kau tempuh. Bagaimana kau pulih dari masa lalu secepat itu? Katakan, akan ku coba perlahan.
Tidak
tidak, kali ini ku tak butuh jawaban, ku tak ingin penjelasan, ataupun balasan.
Karena
ku sadar bahwa akhir bahagia atau menyedihkan semuanya sudah di tanggalkan. Dan
tak perlu menuntut lebih hanya untuk terlihat pulih, karena jika tak tersampaikan
semua menjadi perih.
Sudah berhari-hari ku tunggu sebuah sinyal kehidupan, namun rasanya tak semudah itu ku dapatkan.
Apa kau bilang? Ini cobaan? Tunggu, perlahan ku minta kau tunjukan arah penyesalan, karena jika terlalu bahagia pun juga tak baik kan.
Pahit saja dahulu, masalah ku ingin menambah rasa itu bukan suatu urusan. yang ku ingin hanyalah ragamu yang dingin karena diterkam ego sendiri, nyaris saja mati tak berarti
Sudahlah tak usah kau katakan cara berjuang, nyatanya kau malah bertanya kepadaku kapan ku mulai menjatuhkan perasaan, seperti itu bukan?
Jika
ku pergi apa kau akan mengejar kembali?
Maaf
ku lupa, ternyata ku berlari dari sebuah kenyataan bahwa kau tak pernah
menyambutku datang.
Semesta mengatakan tentang keadilan. Jika kau tetap seperti ini, rasanya adil bukan jika ku menghilang tanpa alasan?
Ku berikan kau sebuah senyuman, dan untuk yang terakhir, ku sampaikan terimakasih. Dengan begini ku belajar arti sebuah kesabaran.
a la prochaine, selamat tinggal ku ucapkan.
Comments
Post a Comment