Delusi

Untuk kamu, yang tak bisa ku sebut namanya.

Mungkin ini akan menjadi tulisan pilu yang kubuat dalam sendu, dengan sadar ku tuturkan. Bahkan mungkin ini akan menjadi tulisan terakhir sebagai pesan dari senja yang akan tenggelam.

Sudah lama ku menanti fajar yang tak kunjung datang, melihat bahwa awan masih berjalan perlahan, masih tetap berwarna abu tidak ada perubahan. Atmosfer bumi semakin menipis, tak kuat menahan tangis dari asap yang perlahan mengikis. Disini, ditempatku berdiri, ingin sekali ku membawa kabar bahwa semuanya baik-baik saja.

Pejamkan mata sejenak, mari kita ingat betapa bahagianya kita. Kamu mengajarkan cara berusaha, tanpa sengaja ku mencoba. Bagaimana caraku mengungkapkan bahwa semua pasti berubah, ego kita pun semakin bertambah, lantas apakah kamu goyah?

Tidak cukup sampai disini, gengsi kita pun semakin tinggi untuk mengakui. Aku pernah ada di posisi semua tak bisa memahami, tapi bukan berarti aku tak bisa mengerti. Aku tau rasanya hampir ditinggalkan, karena itu aku tak ingin kamu pergi. Aku mengalami rasanya tertekan, sampai tak enak makan. Marah, sampai hilang arah. Aku pernah ada di posisi terpuruk, karena melihat kondisimu semakin memburuk.

Aku tak bisa berkata, karena itu aku rangkai kata. Kalau kamu hampir putus asa, Lalu aku bisa apa?

Aku tidak ingin menjadi alasan dibalik kekecewaan, karena itu ku bawa kamu ke tempat yang cukup tepat. Berhari-hari aku mencoba untuk merangkai sabarku sendiri, melihat bagaimana kamu memilih untuk memberontak karena pikiranmu menolak dengan apa yang telah ku perbuat.

Maaf, aku telah mengacaukan segalanya. Ku kira ini adalah sebuah mimpi, yang tak nyata adanya. Aku ingin bangkit, perlahan menyusun serpihan pilu yang sengaja ku buat rapuh.

Maaf aku bukan orang baik, mungkin. Karena setiap orang berbeda, aku memaksa untuk menjadi sama.
Aku hanya ingin duduk, kembali melihat awan, dan sadar bahwa aku tidak selamanya. Asap semakin pekat dan perjuanganmu masih di awal hasrat. Aku tidak ingin mengikat, lepaskan jika sudah tidak kuat. Pesan terakhirku adalah duniamu sungguh indah, jangan kau buat sia-sia.


Mungkin aku hanyalah bagian kecil yang tak ada arti, tapi kamu adalah bagian besar yang berarti. Terimakasih. 

Comments

Popular Posts